السيدة خديجة
Siti Khadijah Al-Kubra
Foto: Fimale.com
Siti Khadijah merupakan tokoh bulan Ramadhan. Dia memiliki keterkaitan dengan bulan tersebut karena wafat pada tanggal sepuluh sekitar tahun ketiga sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah.
Siti Khadijah adalah ibu umat islam yang berkepribadian jujur, dia orang pertama dari seluruh manusia dunia yang meyakini agama Islam. Alangkah mulia dan agungnya dia, seorang istri Rasul di dunia dan akhirat. Semasa hidupnya, dia tidak pernah mendapati Rasul menikahi wanita lain. Dia rela mengorbankan apapun untuk Rasul, membela Beliau sebaik mungkin, seakan – akan sekertaris yang akan selalu membenarkan Rasul. Dan semua itu dia lakukan penuh keikhlasan
Siti Khadijah berasal dari keturunan yang mulia. Sebelum Nabi diutus, orang – orang Quraisy mengenalnya dengan sebutan At – Thohiroh dan disamping itu, dia diberi gelar sebagai pemimpin para wanita Quraisy.
Dengan hati yang suci, dia merasa bahwa Allah SWT akan mempersiapkan seorang utasan yakni Muhammad untuk mengemban risalah yang agung, tanpa ada ambisi dan mengharap kesenangan lalu diapun menghadap Rasul untuk memeluk Islam. Dan disebabkan ada rasa suka terhadap diri Rasul kemudian dia mengajukan lamaran pernikahan, dari situlah awal sebab Allah SWT menjadikannya sebagai pendamping hidup Rasul.
Ketika awal perkembangan Islam, Allah SWT telah mewajibkan sholat kepada Nabi SAW. Walaupun pelaksanaannya berlangsung secara sembunyi – sembunyi, Siti Khadijah RA selalu mendirikan perintah tersebut bersama Rasul serta Ali KW. Allah SWT berkendak memuliakan keturunan Nabi SAW dengan menganugerahkan anak – anak dari Siti khadijah yaitu Qosim, Abdullah, Zainab, Ruqoyah, Ummu Kultsum dan Fatimah kecuali Ibrahim. Sebagian dari keutamaan Allah SWT untuk Siti Khadijah ialah Allah SWT menjadikan Siti Fatimah Az – Zahra sebagai sebab penerus nasab Nabi sepanjang sejarah.
Pernikahan Siti Khadijah bersama Rasul berlangsung hampir seperempat abad dan dalam waktu yang lama itu, Siti Khadijah menyerahkan seluruh kesetiaannya kepada Rasul. Begitupun Rasul senantiasa setia kepadanya, mereka juga saling menumbuhkan rasa keikhlasan.
Setelah Siti Khadijah wafat, Rasul selalu mengenangnya dan pada saat itu terkenal dengan istilah “Tahun Kesedihan” karena Rasul kehilangan isterinya Siti Khadijah dan pamannya yaitu Abu Thalib.
Wallahu A'laam Bil Shawwab
DAFTAR BACAAN
Buku Nushus Al'Arabiyah penyusun Asep M. Tamam, M.Ag. Memuat teks berbahasa Arab tersebut yang tertulis dalam kitab Yas aluna fil din wa al hayat karya Syaikh Ahmad Al-Syarbashi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar