IBNU ABBAS
عبدالله بن عباس
Foto: id. Wikipedia.org
Ibnu Abbas adalah seorang sahabat putra seorang sahabat; putra paman Rasul sekaligus sahabat Rasul yakni ‘Abbas. Ibnu ‘Abbas mendapat julukan “Tinta Umat” dan “Lautan Ilmu” disebabkan keluasan ilmunya. Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib bin Hasyim berasal dari bani Hasyim, Mekkah. Ibunya bernama Lubabah binti Haris keturunan Hilaliyah. Ibnu Abbas dilahirkan tiga tahun sebelum Rasul hijrah. Ketika Rasul wafat, dia berusia tiga belas tahun. Rasul telah berdakwah kepadanya dengan ilmu atau hikmah dan mentahniknya dengan air ludah Rasul sendiri. Ketika dia dilahirkan, Rasul bersama kaum muslimin sedang mengalami pemboikotan dari kaum Quraisy di Mekkah.
Rasul mendekap Ibnu Abbas seraya berdo’a, “اللهم علمه الكتابة” Dalam riwayat Bukhari lafalnya seperti ini,”اللهم علمه الحكمة” Abdullah bin Mas’ud berkata,”نعم ترجمان القران ابن عباس.” Para pengembara dari seluruh penjuru dunia rela melancong untuk bertanya permasalahan agama kepada Ibnu Abbas. Sayidina Umar pun sangat menghormati dan lebih mementingkan Ibnu Abbas padahal usia Ibnu ‘Abbas masih muda. Kendati demikian, Ibnu Abbas masih hidup setelah kekhalifahan Umar sekitar 47 tahun. Beliau dijadikan rujukan keilmuan oleh orang-orang yang mendatanginya untuk meminta fatwa. Dia adalah salahsatu dari nama Abdullah yakni Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Zubair, Abdullah bin Amr dan Abdullah bin Ash.
Ibnu Abbas telah meriwayatkan 1660 hadis Nabi. Dia merupakan salahsatu sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadis. Berikut sahabat Nabi yang banyak meriwayatkan hadis diantaranya Abu Hurairah, Ibnu Umar, Jabir, Ibnu Abbas, Anas dan Siti Aisyah RA. Dia adalah sahabat Nabi yang paling banyak mengeluarkan fatwa dan biasanya hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas berasal dari Ibnu Umar dari Anas dari Abu Tufail dan dari Abu Umamah bin Sahl. Mayoritas ulama pun tidak ragu untuk mengambil riwayat dari para tabi’in.
Ubaidilah bin Abdullah bin Utbah berkata,” Sebelumnya tidak ada seorangpun yang lebih paham mengenai hadis Nabi daripada Ibnu Abbas. Keputusan yang diambil oleh Abu bakar, Umar dan Usman RA ada yang berasal dari gagasan Ibnu Abbas. Tidak ada yang lebih faqih daripadanya. Dia mengajarkan ilmu Al-qur’an dengan Bahasa arab, sya’ir, mantiq dan hukum waris. Sehari beliau mengajarkan fiqih, hari selanjutnya ta’wil kemudian sejarah bangsa Arab, sya’ir dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Jazirah Arab. Tidak ada orang berilmu yang duduk bersamanya kecuali tunduk hormat. Tidak ada orang yang bertanya kepadanya kecuali mendapat solusi darinya.”
Sufyan bin Uyainah berkata,” Ada tiga zaman emas dalam peradaban manusia yaitu zaman Ibnu Abbas, Syu’ba dan Sufyan Tsauri. Sayyidina Ali pernah mempekerjakan Ibnu Abbas di Basrah kemudian dia meninggalkan Basrah sebelum pembunuhan Ali dan kembali ke Hijaz. Atha’ mendeskripsikan Ibnu Abbas dengan perkataan,” Saya tidak pernah melihat bulan tanggal 14 kecuali saya mengingat wajah Ibnu Abbas. Di pipi Ibnu Abbas tampak jelas bekas tetesan air mata disebabkan tangisan rasa takut dan takwa kepada Allah SWT.
Ibnu Abbas wafat di Thaif pada usia 68 tahun. Muhammad bin Hanifah yang menyolatkannya. Pada hari berduka itu, Muhammad berkata,” Hari ini adalah hari wafatnya seorang hamba ahli ibadah dari umat Islam. Ketika Ibnu Abbas hendak dikuburkan, orang-orang sekitar mendengar suara tanpa wujud membacakan ayat :
ياأيّتها النفس المطمئنّة * ارجعي إلى ربّك راضية مرضيّة * فادخلي في عبادي وادخلي جنّتي"
DAFTAR BACAAN
Buku Nushus 'Arabiyah penyusun Asep M. Tamam M. Ag memuat teks berbahasa Arab tersebut yang tertulis dalam kitab Yasaluna Fil Din wa Al-Hayat karya Syeikh Ahmad Al-Syarbashi
Wallahu A'laam Bil Shawwab
DAFTAR BACAAN
Buku Nushus 'Arabiyah penyusun Asep M. Tamam M. Ag memuat teks berbahasa Arab tersebut yang tertulis dalam kitab Yasaluna Fil Din wa Al-Hayat karya Syeikh Ahmad Al-Syarbashi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar