Jumat, 03 April 2020

Siti Fatimah dan Bulan Ramadhan

Fatimah Al-zahra
فاطمة الزهراء
Foto: Fimale.com

Pertanyaan:
Apakah benar bahwasanya Fatimah Al-zahra putri Rasulullah SAW tidak mengalami masa haid? 
Dan apa makna dari kata الزهراء ?

Jawaban:
Fatimah Al-zahra RA merupakan putri dari pasangan Rasulullah SAW dan Siti Khadijah RA Ummul mukminin. Sebagaimana Maryam RA, Fatimah dikenal sebagai tuan putri bagi semesta alam. Fatimah juga sosok istri dari Imam Ali RA Karamallahu wajhah. Penerus Keturunan Rasulullah SAW hanya dari Fatimah RA.

Kata الزهراء memiliki makna perempuan yang wajahnya berseri-seri dan berkulit putih. Kata الزهراء juga dapat diartikan awan putih. Surat Al- baqarah dan Ali Imron bisa dikatakan الزهراء karena kedua surat tersebut diibaratkan dua lampu yang menerangi.

Sebuah riwayat mengatakan  bahwa Rasulullah SAW ibarat warna mekar maksudnya berkulit putih tercerahkan.
Siti Fatimah RA wafat di bulan Ramadhan 11 H. 

Dan saya (Syeikh Ahmad Asyarbashi) belum menemukan referensi ilmiah yang menyatakan bahwa penamaan الزهراء  adalah argumen atas diri beliau yang tidak pernah haid.

Wallahu 'alaam bil-shawwab

SUMBER BACAAN

Nushus 'Arabiyah penyusun Asep M. Tamam, M. Ag. Buku tersebut memuat teks berbahasa Arab diatas yang tertulis dalam kitab Yasalunaka Fil din wa al-hayat karya Syeikh Ahmad Asyarbashi.

Kamis, 02 April 2020

Siti 'Aisyah dan Bulan Ramadhan

Siti 'Aisyah RA
السيدة عائشة
Foto: Fimale.com

Siti 'Aisyah merupakan perempuan Al-shidiqah putri Abu Bakar Al-shidiq RA. Beliau sosok perempuan yang memiliki keterkaitan dengan bulan Ramadhan. Karena pada bulan tersebut beliau menghembuskan nafas terakhir tepatnya pada hari selasa 17 Ramadhan 58 H. Beliau adalah ummul mukminin yang terbebas (dari fitnah kebohongan) dengan kesaksian firman Allah SWT dalam Al-qur'an. Beliau  satu-satunya perawan yang dinikahi Rasulullah dan perempuan paling dicintai setelah Siti Khadijah RA.

Salah seorang sahabat pernah bertanya: "Wahai Rasulullah! Siapa orang yang paling engkau cintai?" Rasul menjawab: "'Aisyah". Sahabat tersebut bertanya kembali: "Saya menginginkan jawaban dari golongan laki-laki. Rasul menjawab: "Abu Bakar Al-shidiq, Bapak dari 'Aisyah".

Disamping itu, Siti 'Aisyah sosok perempuan yang lebih mengutamakan keridhaan Allah dan Rasul-Nya daripada kesenangan hidup dan kemewahan dunia. Ada satu riwayat menceritakan bahwa pada suatu hari Rasulullah masuk ke rumah Siti 'Aisyah seraya bertanya kepadanya: "Aku akan menawarkan kepadamu urusan sehingga engkau tidak perlu tergesa-gesa karena urusan tersebut sampai orangtuamu bermusyawarah denganku. Lalu Siti 'Aisyah bertanya: "Urusan apa yang Baginda maksud?" Kemudian Rasul membacakan firman Allah SWT (baca: QS. Al-Ahzab ayat 28-29)

Lalu Siti 'Aisyah menjawab: "Urusan yang mana yang baginda perintahkan kepadaku untuk bermusyawarah dengan orangtuaku? Bahkan aku ingin keridhaan Allah, Rasul dan kebahagiaan akhirat. Mendengar pernyataan tersebut, Rasul ullah merasa bahagia dan takjub kepada Siti 'Aisyah.

Siti 'Aisyah wafat pada usia 66 tahun. Beliau dipanggil kehadirat-Nya pada malam selasa 17 Ramadhan 58 H.  Sesuai wasiatnya, Beliau dikuburkan setelah shalat witir di Baqi'. Semoga Allah senantiasa meridhai dan memberkahi Siti 'Aisyah. Aamiin..

Wallahu 'Alaam bil Shawwab

SUMBER BACAAN
Nushush 'Arabiyah penyusun Asep M. Tamam M.Ag yang memuat teks berbahasa arab tersebut yang tertulis dalam kitab Yas alunaka Fil Din wa Al-Hayat karya Syeikh Ahmad Al-Syarbashi.

Rabu, 01 April 2020

Saudara Sepupu Rasulullah SAW

IBNU ABBAS
عبدالله بن عباس
Foto: id. Wikipedia.org

Ibnu Abbas adalah seorang sahabat putra seorang sahabat;  putra paman Rasul sekaligus sahabat Rasul yakni ‘Abbas. Ibnu ‘Abbas mendapat julukan “Tinta Umat” dan “Lautan Ilmu” disebabkan keluasan ilmunya. Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib bin Hasyim berasal dari bani Hasyim, Mekkah. Ibunya bernama Lubabah binti Haris keturunan Hilaliyah. Ibnu Abbas dilahirkan tiga tahun sebelum Rasul hijrah. Ketika Rasul wafat, dia berusia tiga belas tahun. Rasul telah berdakwah kepadanya dengan ilmu atau hikmah dan mentahniknya dengan air ludah Rasul sendiri. Ketika dia dilahirkan, Rasul bersama kaum muslimin sedang mengalami pemboikotan dari kaum Quraisy di Mekkah.

Rasul mendekap Ibnu Abbas seraya berdo’a, “اللهم علمه الكتابة” Dalam riwayat Bukhari lafalnya seperti ini,”اللهم علمه الحكمة” Abdullah bin Mas’ud berkata,”نعم ترجمان القران ابن عباس.” Para pengembara dari seluruh penjuru dunia rela melancong untuk bertanya permasalahan agama kepada Ibnu Abbas. Sayidina Umar pun sangat menghormati dan lebih mementingkan Ibnu Abbas padahal usia Ibnu ‘Abbas masih muda. Kendati demikian, Ibnu Abbas masih hidup setelah kekhalifahan Umar sekitar 47 tahun. Beliau dijadikan rujukan keilmuan oleh orang-orang yang mendatanginya untuk meminta fatwa. Dia adalah salahsatu dari nama Abdullah yakni Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Zubair, Abdullah bin Amr dan Abdullah bin Ash.

Ibnu Abbas telah meriwayatkan 1660 hadis Nabi. Dia merupakan salahsatu sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadis. Berikut sahabat Nabi yang banyak meriwayatkan hadis diantaranya Abu Hurairah, Ibnu Umar, Jabir, Ibnu Abbas, Anas dan Siti Aisyah RA. Dia adalah sahabat Nabi yang paling banyak mengeluarkan fatwa dan biasanya  hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas berasal dari Ibnu Umar dari Anas dari Abu Tufail dan dari Abu Umamah bin Sahl. Mayoritas ulama pun tidak ragu untuk mengambil riwayat dari para tabi’in.

Ubaidilah bin Abdullah bin Utbah berkata,” Sebelumnya tidak ada seorangpun yang lebih paham mengenai hadis Nabi daripada Ibnu Abbas. Keputusan yang diambil oleh Abu bakar, Umar dan Usman RA ada yang berasal dari gagasan Ibnu Abbas. Tidak ada yang lebih faqih daripadanya. Dia mengajarkan ilmu Al-qur’an dengan Bahasa arab, sya’ir, mantiq dan hukum waris. Sehari beliau mengajarkan fiqih, hari selanjutnya ta’wil kemudian sejarah bangsa Arab, sya’ir dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Jazirah Arab. Tidak ada orang berilmu yang duduk bersamanya kecuali tunduk hormat. Tidak ada orang yang bertanya kepadanya kecuali mendapat solusi darinya.” 

Sufyan bin Uyainah berkata,” Ada tiga zaman emas dalam peradaban manusia yaitu zaman Ibnu Abbas, Syu’ba dan Sufyan Tsauri. Sayyidina Ali pernah mempekerjakan Ibnu Abbas di Basrah kemudian dia meninggalkan Basrah sebelum pembunuhan Ali dan kembali ke Hijaz. Atha’ mendeskripsikan Ibnu Abbas dengan perkataan,” Saya tidak pernah melihat bulan tanggal 14 kecuali saya mengingat wajah Ibnu Abbas. Di pipi Ibnu Abbas tampak jelas bekas tetesan air mata disebabkan tangisan rasa takut dan takwa kepada Allah SWT.

Ibnu Abbas wafat di Thaif pada usia 68 tahun. Muhammad bin Hanifah yang menyolatkannya. Pada hari berduka itu, Muhammad berkata,” Hari ini adalah hari wafatnya seorang hamba ahli ibadah dari umat Islam. Ketika Ibnu Abbas hendak dikuburkan, orang-orang sekitar mendengar suara tanpa wujud membacakan ayat :
ياأيّتها النفس المطمئنّة * ارجعي إلى ربّك راضية مرضيّة * فادخلي في عبادي وادخلي جنّتي"



Wallahu A'laam Bil Shawwab

DAFTAR BACAAN

Buku Nushus 'Arabiyah penyusun Asep M. Tamam M. Ag memuat teks berbahasa Arab tersebut yang tertulis dalam kitab Yasaluna Fil Din wa Al-Hayat karya Syeikh Ahmad Al-Syarbashi

Selasa, 31 Maret 2020

Siti Khadijah dan Bulan Ramadhan

السيدة خديجة
Siti Khadijah Al-Kubra

Foto: Fimale.com

Siti Khadijah merupakan tokoh bulan Ramadhan. Dia memiliki keterkaitan dengan bulan tersebut karena wafat pada tanggal sepuluh sekitar tahun ketiga sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah.

Siti Khadijah adalah ibu umat islam yang berkepribadian jujur, dia orang pertama dari seluruh manusia dunia yang meyakini agama Islam. Alangkah mulia dan agungnya dia, seorang istri Rasul di dunia dan akhirat. Semasa hidupnya, dia tidak pernah mendapati Rasul menikahi wanita lain. Dia rela mengorbankan apapun untuk Rasul, membela Beliau sebaik mungkin, seakan – akan sekertaris yang akan selalu membenarkan Rasul. Dan semua itu dia lakukan penuh keikhlasan 

Siti Khadijah berasal dari keturunan yang mulia. Sebelum Nabi diutus, orang – orang Quraisy mengenalnya dengan sebutan At – Thohiroh dan  disamping itu, dia diberi gelar sebagai pemimpin para wanita Quraisy. 
Dengan hati yang suci, dia merasa bahwa Allah SWT akan mempersiapkan seorang utasan yakni Muhammad untuk mengemban risalah yang agung, tanpa ada ambisi dan mengharap kesenangan lalu diapun menghadap Rasul untuk memeluk Islam. Dan disebabkan ada rasa suka terhadap diri Rasul kemudian dia mengajukan  lamaran pernikahan, dari situlah awal sebab Allah SWT menjadikannya sebagai pendamping hidup Rasul.

Ketika awal perkembangan Islam, Allah SWT telah mewajibkan sholat kepada Nabi SAW. Walaupun pelaksanaannya berlangsung secara sembunyi – sembunyi, Siti Khadijah RA selalu mendirikan perintah tersebut bersama Rasul serta Ali KW. Allah SWT berkendak memuliakan keturunan Nabi SAW dengan menganugerahkan anak – anak dari Siti khadijah yaitu Qosim, Abdullah, Zainab, Ruqoyah, Ummu Kultsum dan Fatimah kecuali Ibrahim. Sebagian dari keutamaan Allah SWT untuk Siti Khadijah ialah Allah SWT menjadikan Siti Fatimah Az – Zahra sebagai sebab penerus nasab Nabi sepanjang sejarah.

Pernikahan Siti Khadijah bersama Rasul berlangsung hampir seperempat abad dan dalam waktu yang lama itu, Siti Khadijah menyerahkan seluruh kesetiaannya kepada Rasul. Begitupun Rasul senantiasa setia kepadanya, mereka juga saling menumbuhkan rasa keikhlasan.

Setelah  Siti Khadijah wafat, Rasul selalu mengenangnya dan pada saat itu terkenal dengan istilah “Tahun Kesedihan” karena Rasul kehilangan isterinya Siti Khadijah dan pamannya yaitu Abu Thalib.



Wallahu A'laam Bil Shawwab

DAFTAR BACAAN
Buku Nushus Al'Arabiyah penyusun Asep M. Tamam, M.Ag. Memuat teks berbahasa Arab tersebut  yang tertulis dalam kitab Yas aluna fil din wa al hayat karya Syaikh Ahmad Al-Syarbashi

Sabtu, 28 Maret 2020

Cinta Haqiqi

Puncak Cinta Untuk Baginda Rasul
منتهى الحب لرسول الله صلى الله عليه وسلم

Foto: Bangkitmedia.com

Abu Sofyan bertanya kepada Zaid bin Datsinah RA ketika hendak membunuhnya,”Demi pujian Allah, wahai Zaid ! apakah engkau berhasrat jika Muhammad berada di posisimu sekarang dan kami memenggal lehernya sedangkan kamu merasa aman bersama keluargamu ? Zaid menjawab,”Demi Allah saya tidak rela jika ada sebuah duri pun yang melukai Baginda sementara saya bersenang-senang bersama keluarga ! Abu Sofyan berkata,”Sebelumnya saya tidak pernah melihat kebesaran bukti cinta seorang manusia kepada sesamanya seperti bukti cinta para sahabat Muhammad kepada Muhammad.

Sejarawan membenarkan riwayat ini,” Kaum Quraisy menahan seorang muslim di suatu perang, mereka melangkah penuh keberanian ingin membunuh orang-orang muslim, kaum Muslim ditanya.”Apakah engkau  rida jika selamat dari pembunuhan sedangkan keselamatan Rasul terancam ? mereka menjawab,”Tentu tidak, kami tidak akan bahagia hidup nyaman andaikata Rasul merasakan sakit.

(Tidak ada ampun bagi kalian jika Baginda Rasul terluka). Ada sebuah riwayat : Akhir hayat Sa’ad bin Rabi’ bin Amr bin Abu Zuhairi. Dia adalah pemimpin golongan Anshor yang berjumlah 12 orang dan seorang sahabat Rasul yang ikut serta dalam perang Badar danUhud. Dia mengakhiri hidupnya di perang Uhud sebagai syuhada. Sejarah mengabadikan peristiwa agung ini sebagai akhir hayat yang mulia.

Zaid bin Tsabit RA berkata,”Baginda mengutus saya di perang Uhud untuk mencari Sa’id bin Rabi’. Beliau berpesan,”Jika kamu menemukan Sa’id, sampaikan salamku untuknya dan tanyakan bagaimana keadaannya. Zaid menjawab,”Siap, saya akan mulai menelusuri dia diantara korban yang terbunuh”. Selanjutnya saya menghampiri Sa’id dalam keadaan sekarat. Di tubuhnya terdapat 70  luka. Terdiri dari luka tusukan tombak, pedang dan lemparan panah. Saya berkata kepadanya :”Wahai Sa’id ! Rasul menitipkan salam untukmu dan menanyakan keadaanmu.” Sa’id menjawab :”A’laa Rasulullah As-salaam, sampaikan pada Beliau,”Wahai Rasul saya telah mencium wangi surga” Dan sampaikan pada golonganku yakni Anshor,”Tidak ada ampun bagi kalian jika Baginda Rasul terluka, sedangkan kalian masih hidup nyaman.” Saat itu juga Sa’id menghembuskan nafas terakhirnya.

Penulis (Syaikh Musthafa) menyimpulkan bahwa cinta mendalam para sahabat RA kepada Baginda Rasul tidak akan ada bandingannya. Bahkan mereka rela jarang mengingat istri, anak-anak, harta dan kerabatnya. Wasiat pertama dan terakhir mereka kepada keluarganya adalah pengorbanan demi Baginda Rasulullah SAW.



Wallahu A'laam Bil Shawwab

DAFTAR BACAAN

Kamus Al-Munawwir 

Kamus Al-Muntashir

Nushus Al-'Arabiyah penyusun Asep M. Tamam memuat teks Berbahasa Arab yang tertulis dalam kitab Shirah Al-Shabah karya Syaikh Musthafa Murad

Jumat, 27 Maret 2020

Hikmah dibalik Kisah 2

Hidup Penuh Kepayahan



Hidup tercipta penuh dengan kesulitan. Oleh karena itu, tetaplah berbahagia !

Pada dasarnya hidup adalah kesukaran sedangkan kegembiraan ialah perasaan yang tidak terduga, kesenangan juga adalah perasaan yang jarang. Sebenarnya di dunia ini ada kenikmatan, namun Allah SWT tidak meridhoinya karena para Walipun hidup stabil.

Andaikan dunia ini bukan tempat ujian, tentu  tidak akan ada problematika kehidupan. Para Nabi dan orang – orang pilihan tidak akan menderita kesempitan hidup. Namun ternyata Nabi Adam AS mengalami cobaan terusir dari surga kemudian dia diturunkan  ke dunia, Nabi Nuh AS dibohongi dan diolok-olok oleh kaumnya, Nabi Ibrahim AS diuji dengan kobaran api dan perintah menyembelih Nabi Ismail AS anakn  ya, Nabi Ya’qub AS bersedih atas kehilangan putra kesayangannya yakni Yusuf AS sehingga beliau mengalami kebutaan, Nabi Musa AS menghadapi kedoliman raja Fir’aun dan ujian dari kaumnya, Nabi Isa bin Maryam merasakan hidup dalam  kefakiran dan  Nabi Muhammad SAW  diuji agar bersikap sabar dalam bergaul dengan orang fakir, beliau juga mendapat ujian dari para sahabat yang menjauhinya dan  terbunuhnya Hamzah bin Abdul Mutholib dalam peperangan, dia adalah paman Nabi yang paling dicintai. Selain mereka, masih banyak diantara para Nabi dan orang-orang pilihan lainnya yang mengalami ujian hidup. Adapun kisahnya cukup panjang untuk dikisahkan. Andaikan dunia diciptakan untuk kesenangan, maka orang mukmin tidak akan mendapatkan bagian darinya. Nabi SAW bersabda :”Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” Penjara bagi orang-orang yang ta’at ada di dunia. Para Ulama dan orang-orang yang beramal saleh pernah mendapatkan cobaan. Para ulama terkenal pun  mengalami ujian hidup. Bahkan orang-orang yang jujurpun menempuh hidup diliputi kesulitan.



Wallahu A'laam Bil Shawwab

DAFTAR BACAAN

Teks asli berbahasa Arab bisa dibaca di:

Kamis, 26 Maret 2020

Hikmah dibalik Kisah

Terkadang Kesehatan Diperoleh Dari Racun

Foto: Ilustrasi.@istimewa

Pakar sejarah mengisahkan bahwa ada seorang lelaki yang terkena penyakit stroke, dia hanya bisa berdiam diri di rumah. Lelaki tersebut melewati tahun demi tahun lamanya dengan perasaan jemu dan frustasi. Disamping  itu, para dokter pun tidak ada yang sanggup mengobatinya sehingga mereka menyampaikan kabar kurang baik kepada keluarga dan anak-anaknya.

Namun pada suatu hari ada seekor kalajengking yang jatuh dari atap rumah menimpa lelaki tersebut. Dia tidak bisa berbuat apa-apa kemudian kalajengking itu merayap dengan cepat menuju kepalanya dan menyengat beberapa kali hingga tubuh lelaki tersebut bergetar dari ujung kaki ke ujung kepala. Ketika itu juga tiba-tiba ada seekor ular, diapun mulai menggerakan anggota badannya kemudian mengibaskan ular tersebut. Dan ternyata setelah kejadian itu dia bisa sembuh dan kembali normal seperti sediakala.

Akhirnya lelaki tersebut bisa berdiri dan berjalan-jalan dikamarnya, diapun bisa membuka pintu sendiri lalu mendatangi keluarga dan anak-anaknya. Melihat kejadian itu, mereka hampir berteriak terkejut dan merasa tidak percaya. Selanjutnya lelaki tersebut menceritakan peristiwa yang dialaminya tadi.

Maha Suci Allah SWT yang menghendaki kesembuhan untuk lelaki tersebut!

Saya pernah menceritakan kisah ini kepada sebagian dokter lalu mereka membenarkan dan menyatakan bahwa pasien yang mengalami stroke dapat disembuhkan dengan bantuan serum yang terkandung dalam racun dan pengurangan kadar kimia. 

Sungguh Dzat yang Maha Agung lagi Maha Lembut dalam keMaha tinggian-Nya, Dia memberikan suatu penyakit disertai obatnya.

Wallahu A'laam Bil Shawwab

DAFTAR BACAAN

Buku Nushus Al-‘Arabiyah (Penyusun Asep  M. Tamam, M.Ag) diantaranya memuat kisah tsb yang tertulis dalam kitab Laa Tahzan karya Syeikh ‘Ayid Al-Qarni dengan versi Bahasa Arab

http://nasional.kompas.com/kalajengkingobatgangguanperedarandarah

http://liputan6.com/pasienstrokebisasembuhsepenuhnyaasal..